Instrumental Music

Minggu, Juni 17, 2012

MASALAH DALAM ORGANISASI



Masalah yang biasanya terjadi di sebuah organisasi adalah miss communication. Benarkah hal ini yang sangat sering terjadi disebuah organisasi? Bagaimana mungkin? Jumlah orang yang banyak dan persepsi orang yang jarang bisa selaras dan sejalan sangat menungkinkan untuk terjadi  miss communication dalam sebuah organisasi. Bisa di ibaratkan ketika di jalan raya ada sebuah motor yang melaju dengan kencang melesat diantara mobil-mobil yang sedang berjalan juga di jalan raya tersebut. Maka, apa yang dilakukan para pengendara mobil tersebut? Tentunya pengendara mobil tersebut akan marah dan  menghujat si pengendara motor tersebut karena itu adalah hal yang tidak baik baginya. Itu adalah persepsi yang dimiliki si pengendara mobil. Meskipun begitu, si pengendara mobil tidak tahu bahwa sebenarnya, si pengendara motor tersebut sedang membawa seorang wanita yang akan melahirkan. Tentu menurut si pengendara motor, hal tersebut adalah baik demi menyelamatkan orang lain. Jika dia tidak mengendarai motornya dengan cepat, bisa jadi ibu yang akan melahirkan tersebut dapat melahirkan anaknya dengan kurang sempurna. Itulah gambaran bagaimana persepsi tiap orang jarang ada yang sama.
Begitu juga dengan sebuah organisasi. Jadi, apakah miss communication itu wajar atau wajar sekali dalam organisasi? Tentunya amat sangat wajar dan itulah yang biasanya  terjadi turun-temurun didalam sebuah organisasi dan pasti ditemukan. Sehingga perlu untuk difikirkan bagaimana jalan untuk dapat menyelesaikan miss communication tersebut yang hampir sering terjadi di dalam sebuah organisasi?
Silahkan anda simak penjelasan saya.
Sebuah miss communication akan muncul ketika sesuatu gambaran atau informasi yang disampaikan seseorang kepada orang lain terlalu luas dan kurang terfokus.  Untuk memfokuskan apa yang akan disampaikan maka kita perlu mempersempit lagi pandangan kita tentang hal-hal yang akan kita sampaikan dan gunakan kata-kata yang mudah untuk dipahami orang lain serta sesuaikan kondisi nada bicara/intonasi dengan lawan bicara kita. Kuasai apa yang akan kita bicarakan dan kuasai siapa yang kita ajak untuk bicara. Hargai juga orang yang kita ajak bicara dan mereka juga pasti akan menghargai kita yang sedang berbicara sehingga terbentuk hubungan yang saling mengerti satu dengan yang lain. Bicarakan apa yang akan kita bicarakan dan jangan pernah menahan sehingga akan menjadi beban yang terdapat di dalam diri kita. Karena ketika kita menahan apa yang akan kita ucapkan, semakin lama hal-hal tersebut akan semakin banyak dan berat. Ibaratkan peer yang apabila di tekan dengan kuat maka efek ketika peer tersebut dilepaskan akan sangat besar. Itulah yang harus dihilangkan untuk membentuk komunikasi yang baik di dalam sebuah organisasi.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger