Instrumental Music

Tampilkan postingan dengan label Cerpenku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpenku. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 16, 2011

KELULUSAN

Hari ini aku terdaftar sebagai Alumni SMA YAYASAN PUPUK KALTIM BONTANG..


Bahagia, Bangga, Sedih, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Sangat tidak terasa menjalani 3 tahun menjadi SISWA SMA. Banyak pengalaman yang aku punya. Banyak teman, sahabat, yang selalu ada saat aku senang dan saat aku sedih.. Merekalah yang akan selalu aku kenang dalam fikiran dan dalam hatiku.

Dan sebentar lagi 26 mei 2011.. Aku akan terbang untuk melanjutkan dalam menggapai cita-citaku yang selama ini aku impikan. Namun sekali lagi, aku sedih karena harus meninggalkan Sahabat-sahabatku, teman-temanku, bahkan 'seseorang' yang sangat aku SAYANGI..


Jumat, April 22, 2011

Perkataan Hatiku

Setiap Manusia dilahirkan dengan cinta dan kasih sayang, dengan ketulusan dan rasa kesetiaan, serta dengan kesucian dan kesempurnaan penciptaan.

Setiap manusia menpunyai hati nurani yang ingin selalu merasakan cinta dan kasih sayang, kerinduan dan ingin dirindukan.

Ia ingin selalu mencintai dan dicintai, menyayangi dan disayangi, dan Ia pun selalu ingin menghadirkan rasa cinta itu dalam setiap perjalanan hidup yang tak tahu kapan harus berhenti.

Ia ingin membuktikan dan mengatakan
"Aku Cinta Kamu, Aku Sayang Sama Kamu, dan Aku Ingin Selalu Menjagamu.."

Tapi..
Entah begitu berat menyatakan suatu kenyataan hingga mungkin seseorang yang ia cintai tak paham bahwa sesungguhnya cinta itu masih tersimpan rapi dalam sanubari dan takkan berkurang walau hati ini terasa terus disakiti.

Engkau mungkin tidak tahu..
Engkau mungkin memandang sebelah mata diriku..
Atau mungkin engkau tak paham maksud hatiku yang ingin selalu  
Menyayangimu Setulus Hatiku..
Menjagamu Setulus Jiwaku..
Tak Peduli Statusmu..
Tak Peduli Siapa Kamu..
Tak Peduli Darimana Kamu..

"I WILL ALWAYS LOVE YOU"

Selasa, Maret 01, 2011

Sang Motivator Hidupku


Sewaktu aku pertama kali merasakan segarnya Oksigen. Sewaktu aku pertama kali nangis karena ketidakberdayaanku. Sewaktu aku pertama kali tak tahu tujuan hidupku. Tak ada kata menyerah bagiku. Belajar dan terus belajar tanpa tahu aku kan jadi seperti apa nanti. Aku belajar bagaimana aku bisa menikmati segarnya air susu. Aku belajar bagaimana aku bisa makan. Bagaimana bisa duduk dari sikap tidur, dan aku belajar bagaimana harus berjalan dengan kedua kakiku sendiri.

Tak mudah saat pertama kali bayi harus belajar jalan. Jatuh dan pasti akan jatuh lagi. Tapi tidak seperti manusia sekarang yang dengan gampangnya menyerah tanpa alasan yang berarti. Bayi tidak pernah sekalipun menyerah tuk bisa berjalan. Walau harus sakit tapi dia mampu bangkit, dan bangkit kembali, berjalan dan terus berjalan lagi sampai akhirnya ia mampu berjalan dengan sempurna tanpa bantuan dari siapapun juga.



Allah Maha Kuasa. Seorang bayi tak pernah diberikan sifat menyerah dan putus asa tuk bisa blajar segala hal, segala sesuatu, selalu ingin tahu dan sangat ingin tahu. Seandainya bayi diberikan sifat putus asa dan mudah menyerah, sangat mungkin takkan ada manusia yang bisa berjalan sampai sekarang. Tapi semua itu adalah Kuasa Sang pencipta Alam raya.. pencipta siang dan malam.. pencipta segala sesuatu yang tampak maupun yang tidak tampak(ghaib), Allah SWT. 

Aku bersyikur karena manusia diciptakan bukan untuk menyerah pada keadaan yang kian keras, yang kian ekstrim. Saat umurku 2 tahun aku harus tahu bagaimana makan sendiri, bagaimana berbicara dan berkomunikasi dengan orang-orang yang sangat menyayangi aku, dan dia-lah kedua orangtua yang sangat aku cintai. Orang yang sangat luar biasa dalam hidupku. Mereka tak pernah sedikitpun memmbenciku walau aku sering menyakiti mereka.

Saat aku dalam kandungan. Ayah dan ibu sangat mengharap-harapkan anak mereka kelak bisa membanggakan dirinya didepan teman-temannya. Menjadi anak yang sholeh dan berguna. Mereka memberikan segala kebutuhanku, segala keperluanku dari air susu hingga Ilmu. Merekalah 2 orang yang selalu men-support aku. Mereka yang selalu mendengarkan keluh kesahku yang begitu banyak, dan begitu berat. Merekalah tempat belajarku.

Ibuku, orang yang sangat aku rindu, yang begitu amazing yang memberikan seluruh tenaganya untukku. Ibu yang merawat aku dari sebelum aku bisa mencium dunia hingga nanti aku dapat merasakan bagaimana rasanya menjadi mereka. Dialah yang  menjaga aku disaat aku terbangun ditengah malam. Dialah yang tidak pernah mengeluh tuk membesarkan aku. Dialah yang selalu sayang padaku saat aku membuat mereka malu karena kenakalanku.

Ibuku adalah semua inspirasiku. Selalu mengingatkan aku yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Ibuku yang mengajariku bagaimana kerasnya kehidupan. Membimbingku untuk tidak goyah pada keyakinanku. Dan benarlah lagu ciptaan Haddad Alwi ini “Kaulah ibuku cinta kasihku, pengorbananmu takkan pernah terhenti. Kau bagai matahari yang selalu bersinar, terangi hidupku dengan kehangaatanmu” Trimakasih ya Allah engkau berikan aku Orangtua yang selalu sayang padaku. (Ahmad Adityareza)

 
Powered by Blogger